Saat kubuka jendela kamarku
Nampak bulan tersenyum padaku
Di atas ranting pohon-pohon berkayu
Angin malam mulai menerpa wajahku
Lalu kutatap cermin yang diam
Di sudut kamarku yang berantakan
Terkenang beribu wajah yang silam
Dari yang pernah ada dan tak bisa disebutkan
Jauh di balik dinding kamarku
Aku teringat nama kekasih
Yang membawahku ke kisah lalu
Yang tak pernah kusesali
Tak sempat ku berkata lagi
Tak sempat ku bertanya lagi
Tiada semudah yang aku harapkan
Untuk mengungkap segalah keinginan
Aku hanyalah boneka yang hanya bisa diam
Bagaikan api dalam sekam
Sering kucoba menyakinkan diriku
Agar terlepas dari bayang-bayangnya
Adakah cinta untuk diriku
Di ujung jalan aku bertanya
Di kamarku kumerenung sendiri
Aku sedang dilanda rindu
Aku menyebut namamu
Aku membayangkan dirimu
Malam terus berlalu
Malampun berlalu
Tinggalkan aku sendiri
Cermin yang diam kutatap kembali
Di sana kulihat wajahku sendiri
Dan akupun keluar dari mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar