Selasa, 29 Desember 2009

Malu Pada Alam Semesta


Ketika kakiku mulai melangkah di jalanan
Terasa pedih dan perih

Tertusuk bebatuan

Dimana pun aku berpijak.


Ketikah semua itu telah aku lewati

Terasa menyenangkan

Seandainya kau ada di sini kasih
Aku Takkan pernah merasa kesepian.


Semua awal dari kehidupan memang menyakitkan
Tetapi ketika kita sadar
Siapa diri kita sebenarnya

Maka kita akan menundukkan kepala

Malu pada alam semesta.


Perjalanan ini memang menyakitkan

Setelah semua itu kita lewati

Maka kenyataan yang akan datang,

Bukankah akhir itu lebih baik dari pada awal.

MENUJU KE LAUT (Anak Prasmunda)

Kami telah meninggalkan engkau
Curup yang tenang, tiada berlaut
Di kelilingi gunung yang rimbun

Dari angin dan topan
Sebab sekali kami terbangun
Dari mimpi yang nikmat.


Ombak putih berkejar-kejaran

Di gelanggang biru bertepi langit
Pasir putih berulang di kecup

Terus terkikis
Tebing curam ditantang di serang

Dalam bergurau bersama angin

Dalam berlombah bersama mega.


Sejak itu jiwa gelisah

Selalu berjuang, tiada redah,

Ketenangan lama rasa beku

Gunung pelindung rasa penghalang
Berontak hati hendak bebas

Menyerang segalah apa menghalang
Gemuruh berderuh kami jatuh

Terhempas berderai mutiara bercahaya

Gegap gempita suara menyerang

Dahsyat bahana suara menang

Keluh dan gelak silih berganti
Pekik dan tempik sambut menyambut.

Tetapi sukarnya jalan
Badan terhempas, kepala tertumbuk
Hati remuk pikiran kusut

Namun kembali tiadalah ingin

K
etenangan lama tiada diratap.

Kami telah meninggalkan engkau

Curup yang tenang, tiada berlaut
Dikelilingi gunung yang rimbun

Dari angin dan topan

Sebab sekali kami terbangun

Dari mimpi yang nikmat.

Nopember 30 2003

Sabtu, 26 Desember 2009

Tampa Judul


Sengaja kuketik di tempat ini

sedikit masalah yang ada di dunia ini
Ini bukan sebuah puisi
Dari para pujangga
Ini hanya sebuah ketikan biasa.

Sekali lagi ini bukan sebuah puisi
Dari para pujangga
Yang hanya membuat puisi tentang
Masalah sosial, akhlak, kehidupan sehari-hari
dan juga tentang masa depan.

Membuat puisi
Begitu indah dan membuat orang lain terjerat di dalamnya
Tampa melihat siapa dirinya dan bagaimana kehidupan
Dalam dirinya.

Lihatlah dirimu Kaawan! Sebelum kau melihat orang lain
Lihatlah!!! Lihatlah!!!
Apa yang Terjadi..?????