Sabtu, 30 Januari 2010

KEMBALI KUBUKA HATI



Di atap bangunan yang tinggi
Aku berbaring sendiri
Menatap langit yang begitu tinggi
Terkenang hari-hari kelam yang kusesalkan kini

Mungkin ini untuk yang terakhir kali
Aku merasa begitu tak berarti
Hatiku sudah tak berbentuk lagi
Mungkin luka ini takkan pernah terobati

Semua rasa yang dulu kau beri
Tak bisa kurasakan lagi
Karena aku sudah tak punya hati
Tapi saat ini aku belum mau mati

Selama ini aku hanya seorang pemimpi
Berbagai khayalanku begitu tinggi
Tapi kini aku mulai menyadari
Sesungguhnya aku hidup di dunia nyata
Dimana di seluruh dunia ada cinta
Aku juga merasa punya cinta

Ya, memang aku punya cinta
Karena itu hatiku kini mulai kubuka
Untuk menerima kenyataan yang ada
Dan kutinggalkan seluruh luka

Kini aku bisa merasakan apa yang terjadi
Hatiku takkan redup lagi
Menunggu seseorang yang akan menemani
Sebagai tempat kumeletakkan hati
Aku akan menjadi orang yang berarti.

Jumat, 22 Januari 2010

SINAR SUCI ADALAH KEBENARAN DAN HARAPAN


Tubuh suci lahir di bumi

Selalu di jaga agar tetap abadi
Tapi semua bisa berubah
Kesucian itu mulai pudar

Kebenaran ibarat matahari
Memberi sinar yang hangat
Kejahatan bagai lubang hitam
Menelan segalah materi

Gunung menghadang
Surya gemilang
Air suci datang
Musibah hilang

Tiada di dunia ini yang tak bisa dilakukan
Tapi semua ini diri kita sendiri yang menentukan
Mencipta atau menghancurkan

Kukembali dengan tubuh yang luka
Golok berlumurn darah
Diseluruh tubuh ada bekas darah
Api membakar di dada
Geledek di atas kepala

Aku manusia dalam dosa
Tubuhku berlumuran darah
Arwahku selalu memikul dosa
Tersesat dalam kegelapan

Hidup mati cuma suratan
Takdir umat jangan sesalkan
Mimpi jadi kenyataan
Kenyataan menjadi mimpi
Hati dan tubuhku telah menjadi lebur

Bulan kelam kematian dating
Sinar suci adalah kebenaran dan harapan
Semoga sinar suci selalu bersinar
Mensucikan diriku yang tersesat dalam kegelapan.

KELUAR DARI MIMPI



Saat kubuka jendela kamarku

Nampak bulan tersenyum padaku

Di atas ranting pohon-pohon berkayu

Angin malam mulai menerpa wajahku


Lalu kutatap cermin yang diam

Di sudut kamarku yang berantakan

Terkenang beribu wajah yang silam

Dari yang pernah ada dan tak bisa disebutkan



Jauh di balik dinding kamarku

Aku teringat nama kekasih

Yang membawahku ke kisah lalu

Yang tak pernah kusesali

Tak sempat ku berkata lagi

Tak sempat ku bertanya lagi


Tiada semudah yang aku harapkan

Untuk mengungkap segalah keinginan

Aku hanyalah boneka yang hanya bisa diam

Bagaikan api dalam sekam


Sering kucoba menyakinkan diriku

Agar terlepas dari bayang-bayangnya

Adakah cinta untuk diriku

Di ujung jalan aku bertanya


Di kamarku kumerenung sendiri

Aku sedang dilanda rindu

Aku menyebut namamu

Aku membayangkan dirimu


Malam terus berlalu

Malampun berlalu

Tinggalkan aku sendiri

Cermin yang diam kutatap kembali

Di sana kulihat wajahku sendiri

Dan akupun keluar dari mimpi.

Kamis, 14 Januari 2010

My First Love

Toex: Yang Hari Ini Ulang Tahun....


Sesuatu yang hebat telah terjadi
Akupun mencoba mengerti sedikit tentang rasa itu
Perasaan yang membuatku bahagia
Perasaan yang sangat dalam, cinta..!!!!

Bagiku kau begitu sempurna
Kau sangat luar biasa
Walaupun aku belum brgitu mengenalmu

Rasa itu akan tumbuh dan terus tumbuh
Walau pernah terkabut piluh kepedihan
Cinta ini takkan berhenti mengalir untukmu
Mengenalmu hal terindah yang pernah ku alami
Sepanjang usia dalam hidupku…!!!!

Senin, 04 Januari 2010

Senja Di Bukit Sunyi


Senja di bukit sunyi

Serasa esok takkan datang lagi
Langkah ini seakan berhenti
Dan diri serasa telah berjanji.

angin bertiup disaat kemarau
Debu berterbangan menerpuh wajahku
Suaraku telah menjadi parau
Tubuhku pun serasa membeku.

Bawahlah daku melintasi waktu
Agar sembuh lukaku
Waktu berlalu biarlah berlalu
Dan aku akan melangkah ke arah cahayaku.

Minggu, 03 Januari 2010

Jadilah Edelwyes

Kau Cantik seperti mawar
Kulitmu putih seputih salju
Suaramu halus bagaikan sutra
Hatimu bening bagaikan kaca
Kau begitu sempurna.

Seandainya kau sekumtum bunga melati
Harum tubuhmu semerbak mewangi
Begitu banyak kumbang yang mendekati
Tapi kuharap kau jangan jadi bunga melati.

Jadilah bunga edelwyes
Di tepi jurang di atas bukit
Kau akan terus harum, indah dan abadi.
Siapaun yang ingin mendekati
Perluh perjuangan yang berat dan gigih.

Aku sangat kagum padamu
Aku tak mungkin mencintaimu
Aku hanya memuji dirimu
Maafkan aku bila menyakitimu.


Dimensi Yang Terpisah


Kau telah pergi dari hidupku
Aku pun tahu hal itu
Aku selalu mencintaimu
Seumur hidupku.

Aku ingin kita bertemu lagi
Mengungkapkan segalh isi hati
menghidupkan kembali cinta yang telah mati
menjalin kasih yang abadi.

Dalam kehidupan yang nyata
Maupun dimensi yang terpisah
Kita saling menyinta
Untuk selama-lamanya.

Berpisah adalah hal yang berat
hari-hari pun menyengat
Kuharap kita berdua kuat
Saling menyinta dunia akhirat.

Saudara DanTeman


Tiada teman yangs ehebat saudara

saudara tetaplah saudara
teman tetaplah teman.

Teman seperti apakah yang sehebat saudara
Seorang teman yang bilamana
Kau tertawa dia ikut senang
Kau menangis ia ikut sedih
Kau jatuh dia menolongmu berdiri
Kau salah dia menasehati
Apakah kita bisa jadi teman yang sehebat saudara..???

Tiada teman yang sehebat saudara
Saudara tetaplah saudara
Teman tetaplah teman
Tapi kita bisa jadi teman yang sehebat saudara.

Siapakah yang paling kau suka
Teman atau saudar..???
Jangan pernah ragu, jawablah..!!!
Kalau yang kau suka adalah saudaramu
Apabila dia bisa jadi temanmu..!!!

Kisah Terakhir


T
ersebutlah sebuah kisah
Tentang anak-anak sekolah
Dari berbagai daerah
Bertemu di sebuah kota, satu sekolah.

Hanya melalui tulisan ini
Kuingat kembali
Berbagai kisah yang takkan abadi
Kisah yang telah kita lewati.

Kisah ini tentang kita
Anak-anak Prasmunda
Selama kita bersama
Maupun kita berpisah
Dalam suka maupun duka.

Tiada anak sekolah yang sehebat kita
Kita menikmati masa mudah
Setiap saat, setiap waktu, sepanjang masa
karena bagi kita
Jiwa korsa yang paling utama
Walaupun terkadang hampir pecah
Itu hanya hal yang biasa.

Tiada anak sekolah sehebat kita
Kita menikmati masa mudah
Kita pernah makan di tempat yang sama
Tidur di alam terbuka
Walaupun dingin tidak apa-apa
Yang penting kita bahagia
Karena kita anak Prasmunda.

Kita semua harus berpisah
Itu merupakan kisah terakhir
Menuju dunia yang berbeda
Tapi Prasmunda dan kita belum berakhir.

Itu hanya kisah lalu
Yang tak bisa kulupakan begitu saja
Hanya lewat tulisan ini
semua hal itu ingin ku kenang.

Sabtu, 02 Januari 2010

Di Sini Kumulai Melangkah


Darimana semuanya berawal
Dimana semuanya akan berakhir
darimana kita mulai melangkah
Seberapa jauh kita akan melangkah
Dimana langkah itu akan berhenti.

Disebuah desa kecil
Yang jauh dari keramaian kota
Di situ dulu aku lahir
Dan mulai menatap dunia.

Di sini kumulai melangkah
Mengadah cakrawala
Menantang dunia
Menghadapi kehidupan yang nyata.

Di kaki bukit tanah yang subur
Semuanya untuk kita, agar kita makmur
Sudah sepatutnya kita bersyukur
Pada Dia yang tak pernah tidur.

Sungai jernih mengalir dengan tenang
Sawah dan ladang terbentang
Di atas hutan burung elang terbang
Kini semua itu hampir hilang.

Angin berhembus di pantai
Mentari serasa membakar kulit
Tapi kita semua bisa santai
Walaupun menghadapi hal yang sulit.

Di sini semuanya berawal
Di sini semuanya akan berakhir
Di sini kita mulai melangkah
Di sini Langkah kita akan berhenti.

HILANG


Tahun-tahun yang telah hilang

Masih teringat olehku kini
Kawan-kawan yang takkan pernah kulupakan
Kegembiraan dulu masih kurasakan
Kebencian dulu masih menggodaku
Suka duka yang tak terlupahkan
Jiwa korsa, kebersamaan, dan pengalaman
Yang membuat aku mengerti arti semua ini.

Tahun-tahun yang telah hilang
Masih seperti saat ini
Angin masih berhembus
Matahari masih menyinari bumi
Matahari masih terbit dari timur
Dan terbenam masih di barat
Air sungai masih menglir dari pegunungan
Dan masih bermuara di lautan
Di pantai ombak masih bergulung, pecah, dan surut
Surut, pecah dan bergulung
Sementara kita pun masih bisa bernapas.

Jika semua itu telah hilang
jangankan manusia
Semesta inipun akan hilang.