Kami telah meninggalkan engkauCurup yang tenang, tiada berlaut
Di kelilingi gunung yang rimbun
Dari angin dan topan
Sebab sekali kami terbangun
Dari mimpi yang nikmat.
Ombak putih berkejar-kejaran
Di gelanggang biru bertepi langit
Pasir putih berulang di kecup
Terus terkikis
Tebing curam ditantang di serang
Dalam bergurau bersama angin
Dalam berlombah bersama mega.
Sejak itu jiwa gelisah
Selalu berjuang, tiada redah,
Ketenangan lama rasa beku
Gunung pelindung rasa penghalang
Berontak hati hendak bebas
Menyerang segalah apa menghalang
Gemuruh berderuh kami jatuh
Terhempas berderai mutiara bercahaya
Gegap gempita suara menyerang
Dahsyat bahana suara menang
Keluh dan gelak silih berganti
Pekik dan tempik sambut menyambut.
Tetapi sukarnya jalan
Badan terhempas, kepala tertumbuk
Hati remuk pikiran kusut
Namun kembali tiadalah ingin
Ketenangan lama tiada diratap.
Kami telah meninggalkan engkau
Curup yang tenang, tiada berlaut
Dikelilingi gunung yang rimbun
Dari angin dan topan
Sebab sekali kami terbangun
Dari mimpi yang nikmat.
Nopember 30 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar